Kamis, 18 Februari 2016

Cara Membuat Indoor sistem aquaponik

Picture
Aquaponics adalah metode dengan mana Anda tumbuh tanaman dan memelihara hewan air bersama-sama dalam suatu sistem yang recirculates nutrisi yang dihasilkan, untuk kepentingan kedua tumbuhan dan hewan. Pendekatan aquaponics mulai populer sebagai metode berkebun berkelanjutan dan jika Anda penasaran untuk mencobanya untuk diri sendiri, ada beberapa hacks besar untuk membangun sistem Anda sendiri. Artikel ini adalah salah satu contoh tersebut dengan menggunakan komponen yang umum tersedia dari IKEA dan beberapa tambahan dari toko perangkat keras lokal Anda. Sistem ini terlihat cukup baik untuk menjaga di ruang tamu Anda atau kamar tidur, hanya untuk menjaga keluarga Anda bahagia!

1

Kunjungi IKEA untuk membeli frame. Anda akan membutuhkan bingkai Antonius dari IKEA untuk frame utama. Ini akan dikombinasikan dengan satu atau dua keranjang kawat dan dua wadah plastik. Gunakan wadah 50 liter untuk tangki ikan di bagian bawah, dan kontainer 25 liter untuk growbed di bagian atas. Merakit semua bagian berdasarkan instruksi kemasan yang menyertainya.

Iklan oleh Google
Vertical Garden Indonesia
Vertical Garden: Unik, perawatan mudah, tanpa tanah, tahan lama, tahan lama
www.indogreenwall.com

     Jika Anda tidak dapat menemukan kerangka di IKEA, bertanya-tanya untuk melihat apakah teman-teman memiliki cadangan satu, atau membuat permintaan di situs seperti Freecycle.

2

Picture
Gunakan keranjang kawat sebagai dukungan untuk wadah plastik 25 liter yang akan rumah growbed. Hal ini tidak benar-benar diperlukan untuk memiliki 50 plastik wadah tangki ikan liter di bagian bawah jika Anda hanya menempatkan wadah di lantai. Anda mungkin ingin untuk memangkas bibir plastik di atas wadah untuk memastikan kesesuaian yang lebih baik, dalam tutorial ini, menangani telah memotong ujung wadah juga. Namun, hal ini tidak benar-benar diperlukan. Untuk memotong plastik, menggunakan gergaji kecil atau beberapa tang kawat standar.

Picture

3

Picture
Jika Anda ingin mempersonalisasi sistem untuk cocok dengan dekorasi rumah Anda, sekarang adalah saat yang tepat untuk melakukannya. Foto menunjukkan contoh dari tangki ikan yang telah dihiasi dengan strip lembaran plastik PVC:

Plumbing

Picture











Gambar pria dan wanita berulir konektor

Plumbing Bagian 1: The standpipe

Pipa untuk sistem aquaponik tidak terlalu rumit dan Anda dapat mengandalkan beberapa prinsip dasar untuk membantu membuat sistem seefisien mungkin.

     1
     Gunakan 600 lph kecil (liter per jam) listrik pompa submersible di salah satu sudut tangki ikan yang mengambil air hingga growbed. Air mengalir melalui growbed dan keluar di sudut berlawanan dengan yang masuk. Seperti air kemudian mengalir kembali ke tangki ikan, itu mendorong setiap limbah padat atas menuju pompa, siap untuk berhenti ke growbed.
         Gunakan bypass bola-katup pada sistem ini. Item ini mengalihkan sebagian air dari pompa langsung kembali ke dalam tangki ikan. Ini memungkinkan Anda mengontrol jumlah air masuk ke growbed, dan air dialihkan juga menciptakan beberapa gerakan air dalam tangki ikan, serta menyediakan aerasi tambahan. Dalam tutorial ini, 13mm pipa PVC yang digunakan di seluruh. Awalnya, itu disarankan agar Anda juga mulai dengan growbed dan sifon yang digunakan di sini.
     2
     Mendapatkan adapter ulir pria dan wanita. Mengebor sebuah lubang di tempat yang tepat di growbed - Anda perlu memastikan bahwa adaptor perempuan akan sesuai antara kotak wire mesh. Membuat lubang sekitar 6 atau 7 cm (2,3-2,7 inci) dari tepi wadah di setiap arah, lubang harus membentuk cocok nyaman dengan adaptor laki-laki berulir.

3

Picture











Gambar Standpipe
Tempatkan adaptor laki-laki melalui atas growbed. Lalu cocok dengan karet O-ring ke benang. Selanjutnya, sekrup adaptor perempuan ke adaptor laki-laki sampai Anda memiliki nyaman yang bagus (dan tahan air) cocok. Anda dapat menambahkan beberapa silikon ke bawah jika Anda ingin, tapi itu tidak benar-benar diperlukan. Akhirnya, gunakan peredam di atas adaptor laki-laki. Yang ditampilkan di sini adalah 25mm ke 13mm peredam.

Picture
Ini seluruh bagian yang disebut pipa tegak dan ini adalah bagaimana air akan keluar growbed. Anda ingin ketinggian keseluruhan menjadi sekitar 1 inci (2,5 cm) di bawah bagian atas media growbed Anda, dengan demikian, Anda akan perlu untuk memotong pipa bawah sehingga ketinggian yang tepat untuk Anda. Pada titik ini, biarkan silikon kering jika Anda telah menggunakannya.

Plumbing Bagian 2: The menyedot bel dan media penjaga

Picture











Gambar bell siphon
Plumbing Bagian 2: The menyedot bel dan media penjaga

The siphon bell adalah metode yang sangat efektif perlahan membanjiri growbed dan kemudian menguras growbed cepat. Ia melakukan hal ini dengan tindakan non-mekanik, dan tidak memiliki bagian yang bergerak untuk istirahat.

     1
     Amati peredam 25mm-13mm di paling kiri dari foto yang ditunjukkan di bawah ini. Ini adalah di mana air akan keluar growbed.
     2
     Tempatkan siphon bel 60mm di tengah. Ini adalah bagian 60 mm pipa dengan tutup kedap udara di atas. Dalam foto bell menyedot menunjukkan beberapa potongan dipotong dari bagian bawah serta beberapa lubang dibor di samping - Anda ingin lubang ini menjadi tidak lebih tinggi dari sekitar 1 inci (2,5 cm) dari bagian bawah pipa. Air akan mengalir turun ke tingkat ini dan kemudian akan berhenti.
     3
     Akhirnya, penjaga media yang 100mm, yang ditunjukkan di paling kanan, hanya untuk menjaga media growbed keluar dari siphon bel. Ini memiliki lubang dibor atau dipotong dari itu untuk memungkinkan air untuk masuk - dan untuk menjaga akar dan media keluar! Topi adalah opsional, tetapi membantu untuk menjaga hal-hal keluar dari siphon bel.

4

Sifon bell bisa rumit untuk mendapatkan bekerja. Mekanisme siphon relatif rumit, tapi Anda benar-benar hanya peduli dengan aplikasi praktis dari sifon untuk memungkinkan Anda untuk dengan cepat mengosongkan growbed menjadi baik tangki bah atau tangki ikan menggunakan metode mekanis sederhana tanpa bagian yang bergerak atau listrik. [1]

Plumbing Bagian 3: The Bypass ball-valve

Picture
Plumbing Bagian 3: The Bypass ball-valve
1Tambahkan bola-katup by-pass. Seluruh setup ini memungkinkan Anda untuk mengontrol berapa banyak air yang mengalir ke growbed dan jadi tambahan penting. Bypass bola-katup juga memungkinkan Anda untuk mengalihkan air kembali ke tangki ikan, menyediakan aerasi tambahan dan pergerakan air ke dalam tangki. Hal ini meningkatkan kesehatan ikan
[2].Dalam gambar di bawah ini Anda dapat melihat 600 lph kecil (liter per jam) pompa dengan sepotong kecil pipa 13mm datang dari itu. Hal ini kemudian memiliki sebuah T-Bar yang melekat dan kemudian pipa 13mm berlanjut hingga siku 90 derajat di atas, yang bermuara air ke growbed. Datang dari bagian kedua dari T-Bar adalah katup bola-sederhana yang mengontrol aliran air yang dialihkan kembali ke dalam tangki ikan.

menyelesaikan

1

Picture
Setelah Anda memiliki semua kerangka, wadah, dan pipa menyiapkan, tambahkan air ke dalam tangki ikan dan mulai pompa up. Tes untuk melihat apakah semuanya bekerja dengan baik, dan untuk melihat apakah sistem ini kedap!

2

Picture
Isi wadah atas (growbed) dengan semacam media tanam. Ini bisa menjadi hydroton, lava rock, perlit, batu kali atau hal serupa lainnya. Gunakan sesuatu yang memungkinkan air untuk mengalir melalui growbed dan tidak beracun.

3

Picture
Setelah ini telah dilakukan, Anda siap untuk menambahkan ikan dan mulai memasukkan tanaman ke dalam sistem Anda. Awalnya, hanya menambahkan beberapa ikan kecil, hanya untuk memulai memproduksi amonia yang dibutuhkan untuk kickstart sistem.

Beberapa Model Aquaponik

Semakin sulit dan mahalnya tanah terutama didaerah perkotaan, bagi anda yang hobi budidaya tanaman dan budidaya ikan, Aquaponik merupakan salah satu alternatif untuk menyalurkan hobi anda. Untuk tanaman bisa anda tanam cabai , kangkung , selada dan lain-lain seperti halnya sistem hidroponik bisa dengan sistem vertikultur , parit, model pot ataupun talang air. Sedangkan untuk bagian bawahnya anda bisa budidayakan ikan misalnya ikan lele, ikan mas dan lain-lain. Jadi banyak motif atau sistem yang bisa anda terapkan dalam budidaya sistem aquaponik dan bisa anda kreasikan sendiri sehingga disamping menghasilkan saat panen nanti, segi estitaknya pun ada.


Metode sistem akuaponik/ aquaponik

Adapun sistem akuaponik terbagi menjadi empat, yakni aliran atas, aliran bawah, pasang surut, dan rakit apung. Menurut master Aquatic bioscience alumnus Kochi University, Jepang, itu calon petani dapat memilih sistem dan model sesuai kebutuhan, luas lahan yang tersedia, atau ketersediaan dana. Ia mencontohkan untuk rumah tangga, misalnya, bisa memilih sistem aliran atas dengan kolam bak berbahan terpal yang mudah dibongkar-pasang.
Dari beberapa model itu pakar aquaponik menyarankan untuk menggunakan sistem pasang surut. Sebab, Sistem pasang surut itu tidak mudah tersumbat, ujar alumnus Fakultas Biologi Universitas Nasional itu. Dengan memilih teknik akuaponik yang tepat, hasil maksimal pun didapat.

Enam model akuaponik untuk lahan sempit

Berikut ini model-model sistem akuaponik yang bisa anda terapkan dilahan sempit anda dan bisa anda kreasikan sendiri baik budidaya tanamannya sehingga disamping menyalurkan hobi bisa juga untuk menjadi penghias pekarangan rumah anda.  

Model aquaponik tunggal DFT  

Model aquaponik tunggal DFT   Cara kerja model aquaponik tunggal DFT ini adalah air mengalir dari kolam terpal menuju ke pipa tanam sayuran yang mana ketinggian air di dalam pipa 4-5 cm. Kemudian air kembali mengalir ke kolam terpal. Untuk ukuran dimensinya adalah 1 meter x 5 meter yang mana bisa menampung ikan kurang lebih 2500 ekor dan 200 lubang tanam. Perkiraan biaya pembuatan model aquaponik ini dikisaran Rp. 3 juta -  4 juta dengan masa ekonomis 3 tahun. Model aquaponik aliran atas  

Model aquaponik aliran atas  

Model ini merupakan rancangan dari balai penelitian dan pengembangan budidaya air tawar. Adapun sistem kerja aliran atas ini yaitu air dari kolam dialirkan ke pipa yang terhubung di setiap pot. Pipia berdiameter 0,5 inci yang diletakkan di atas pot tanaman. Air akan mengucur dari pipa yang dilubangi. Pengucuran dilakukan secara terus menerus selama minimal delapan jam. Air yang mengalir dari lubang pipa akan langsung keluar menuju bak penampungan. Model aquaponik aliran atas ini berdiameter 3 m yang dapat menampung 4000 ekor ikan dengan 27 lubang tanam. Kolam terbuat dari kolam beton dengan biaya Rp. 6 juta sampai 7 juta sedangkan yang tebuat dari terpal biaya model aliran atas ini kurang dari Rp. 3 jutaan. Untuk umur pakai kolam beton 10 tahun sedangkan kolam terpal 1 tahun.

Model aquaponik pasang surut  

Model aquaponik pasang surut   Cara kerja model aquaponik pasang surut ini yaitu air dari kolam dialirkan ke bak penampung di bibir kolam. Melalui pipa yang terhubung dengan pot tanaman, air dialirkan dari bawah sampai media tanam terendam. La,a pengaliran 5 menit. Setelah 5 menit, air surut lalu mengalir melalui pipa ke bak pembuangan ke kolam ikan. Dalam pembuata model pasang surut ini mempunyai ukuran dengan diameter 2 m x 4 m dengan populasi ikan di kolam sebanyak 4000 ekor dan 26 pot tanaman dengan kisaran biaya pembuatan Rp. 6 juta รข€“ 7 juta dengan umur pakai 10 tahun.

Model aquaponik kolam bertingkat  

Model aquaponik kolam bertingkat   Cara kerja aquaponik bertingkat ini yaitu air mengalir dari kolam terbawah menuju ke rak sayuran teratas. Air menggenai pipa sedalam 4-5 cm. Kemudian, air mengalir ke kolam terpal di tengah. Air dialirkan ke setiap pot di sekeliling kolam. Satu lubang air di setiap pot. Air kembali ke kolam terbawah. Ukuran model aquaponik betingkat dengan dimensi 1 meter x 5 meter yang mana kolam bawah bias di isi ikan 2500 ekor sedangkan kolam atas di isi 1250 ekor ikan. Untuk tanamannya 211 lubang tanam. Biaya dalam pembuatan aquaponik kolam betingkat ini dikisaran Rp. 6 juta sampai 8 juta dengan umur pakai kurang lebih 3 tahun.

Model aquaponik rak sayuran bertingkat  

Model aquaponik rak sayuran bertingkat   Cara kerja model aquaponik rak sayuran bertingkat ini yaitu air dari bak penampungan naik ke sayuran paling atas, lalu air turun ke rak sayuran di bawah. Penanaman kedua tingkat sayuran itu menggunakan system deep flow technique ( DFT ) dengan kedalaman air 4-5 cm. Setelah itu air mengalir ke setiap pot di sekeliling bak penampungan. Terdapat sebuah lubang untuk keluarnya air di setiap pot tanam. Kemudian aliran air itu kembali ke kolam

Ukuran dan biaya pembuatannya Model aquaponik rak sayuran bertingkat ini memiliki ukuran dengan dimensi 1 meter x 2 meter untuk populasi 500 ekor ikan dan 220-250 lubang tanam. Untuk biaya pembuatanya kurang lebih Rp. 9 juta dengan jangka waktu pakai 10 tahun.

Model aquaponik rakit apung  

Model aquaponik rakit apung   Cara kerja model rakit apung ini yaitu penanaman sayuran diatas permukaan air. Akar tanaman terapung atau terendam dalam bak penampung. Ukuran pembuatan model aquaponik rakit terapung yaitu 2 meter x 4 meter dengan populasi ikan sebanyak 4000 ekor dengan 20 lubang tanam, populasi sayuran maksimal 80% dari permukaan air. Untuk biaya pembuatan aquaponik rakit apung ini dikisaran 6 juta sampai 7 juta dengan waktu pemakaian kurang lebih 10 tahun

Itulah enam model aquaponik yang bisa anda aplikasikan sebagai penyalur hobi anda dalam budidaya tanaman maupun budidaya ikan di lahan yang sempit.


Pengertian Aquaponik




 
Sistem akuaponik komersial. Pompa listrik mengalirkan air yang mengandung kotoran ikan yang akan menjadi sumber nutrisi bagi tanaman. Air lalu disaring dan dikembalikan ke kolam ikan di bawahnya

Akuaponik adalah sistem pertanian berkelanjutan yang mengkombinasikan akuakultur dan hidroponik dalam lingkungan yang bersifat simbiotik. Dalam akuakultur yang normal, ekskresi dari hewan yang dipelihara akan terakumulasi di air dan meningkatkan toksisitas air jika tidak dibuang. Dalam akuaponik, ekskresi hewan diberikan kepada tanaman agar dipecah menjadi nitrat dan nitrit melalui proses alami, dan dimanfaatkan oleh tanaman sebagai nutrisi. Air kemudian bersirkulasi kembali ke sistem akuakultur.
Karena sistem hidroponik dan akuakultur sangat beragam bentuknya maka sistem akuaponik pun menjadi sangat beragam dalam hal ukuran, kerumitan, tipe makhluk hidup yang ditumbuhkan, dan sebagainya.[1]

Sejarah

Peradaban Aztec telah memiliki sistem pertanian chinampa yang dapat dikategrikan sebagai bentuk awal akuaponik.[2][3] Tanaman ditumbuhkan di atas pulau buatan di danau dangkal dan material organik dan limbah perkotaan dijadikan media tanam.[2][4] Sistem ini telah ada di berbagai negara timur jauh dan ikan yang dibudidayakan beragam mulai dari Misgurnus anguillicaudatus,[5] Monopterus albus, dan ikan mas[6] juga siput kolam.[7][8]

Komponen

Akuaponik terdiri dari dua komponen penting, yaitu bagian hidroponik di mana tanaman tumbuh, dan bagian akuakultur di mana ikan dipelihara.[9][10] Sedimen dari sistem akuatik seperti kotoran ikan dan pakan yang tidak dimakan dapat terakumulasi pada sistem pemeliharaan ikan yang tertutup dan tanpa sirkulasi. Sedime ini dapat menjadi racun bagi ikan pada konsentrasi tinggi, namun bernutrisi bagi tumbuhan.[9] Selain dua sistem utama di atas, akuaponik dapat memiliki sistem tambahan seperti biofilter yang menjadi tempat bagi bakteri nitrifikasi untuk mengubah amonia dari kotoran ikan menjadi nitrat yang dapat digunakan oleh tumbuhan, dan aerator yang mengirimkan udara ke air agar akar tumbuhan dapat bernafas.[9]

Hidroponik

Tanaman ditumbuhkan di sistem hidroponik dengan akar mereka terendam dalam larutan penuh nutrisi. Hal ini membuat tanaman mampu menyerap senyawa nitrogen yang dapat bersifat racun bagi ikan, sehingga akar berfungsi sebagai penyaring. Setelah air selesai melalui sistem hidroponik, air dibersihkan dai diaerasi sebelum kembali ke sistem akuakultur. Kemudian siklus berlanjut.
Beberapa sistem untuk hidroponik dapat digunakan dalam akuaponik seperti kultur air dalam dan nutrient film technique.[11] Sistem aeroponik tidak dianjurkan karena sedimen dari sistem akuakultur dapat menyumbat sprinkler.
Sebagian besar sayuran daun dapat tumbuh dengan baik pada sistem hidroponik dalam akuaponik, namun yang telah terbukti menguntungkan adalah kol china, selada, selasih, mawar, tomat, okra, blewah, dan paprika.[10] Karena tanaman pada fase pertumbuhan memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda, fase pemanenan dapat dilakukan bersamaan dengan penanaman benih atau bibit. Hal ini dilakukan untuk menjaga penyerapan nutrisi yang stabil sepanjang waktu.[12]

Akuakultur

Ikan air tawar adalah yang paling umum dipelihara di dalam akuaponik, meski hewan air tawar lain seperti udang galah air tawar (crayfish) juga bisa dipelihara.[13] Ikan tilapia adalah yang paling populer, bersama ikan lele, belut, ikan mas, dan kod.[10]


sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Akuaponik#cite_note-13
 


Aquaponik Vertiminaponik

VERTIMINAPONIK : Menyederhanakan Teknologi Modern untuk Memodernkan Teknologi Pertanian Perkotaan
Budidaya pertanian di pekarangan khususnya di perkotaan, memiliki karakteristik yang khas. Kekhasan tersebut diantaranya adalah memiliki luasan sempit hingga sangat sempit. Oleh sebab itu, optimasi pemanfaatan pekarangan dalam budidaya tanaman dan sumber bahan pangan di perkotaan sangat perlu dilakukan.
Salah satu strategi optimasi pemanfaatan pekarangan adalah melalui sistem budidaya tanaman yang dipadukan dengan budidaya ikan atau disebut vertiminaponik. Vertiminaponik adalah sistem yang memodifikasi sistem aquaponik sehingga cocok dengan kondisi perkotaan untuk mendukung pembangunan pertanian perkotaan. Pada sistem ini, dengan luasan lahan yang sama maka akan dapat dihasilkan dua komoditas sekaligus, yakni sayuran dan ikan. Budidaya sayuran, secara langsung akan didukung oleh sistem di bawahnya (ikan) yang menghasilkan sisa pakan dan kotoran ikan yang mengandung hara konsentrasi tinggi yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman di atasnya. Sementara itu, media tanam dan tanaman yang berada di atasnya akan menyaring air dan mempertahankan kualitas air yang berada di bawahnya. Kondisi tersebut menyebabkan kualitas air kolam akan tetap baik, bebas dari sisa pakan dan kotoran ikan, sehingga akan mendorong pertumbuhan ikan menjadi baik.
Dan, pada Hari Jumat tanggal 30 Agustus 2013 di tengah-tengah Pameran Research Innovation and Technology (Ritech) Expo dalam rangka Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke 18 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Vertiminaponik mencuri perhatian masyarakat luas yang berkunjung ke arena expo. Tentu saja sangat menarik. Di tengah-tengah deretan teknologi persenjataan, teknologi pesawat dan teknologi modern lainnya yang dipajang, tiba-tiba terselip teknologi yang hijau dan menyegarkan.
Antusias masyarakatpun semakin nyata ketika Dr. Yudi Sastro melakukan demo sekaligus menjelaskan secara rinci apa itu teknologi vertiminaponik. Sebelum menjawab berbagai pertanyaan dari audience mengenai teknis teknologi, Dr. Yudi Sastro menjelaskan bahwa Balai Pengakjian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta sebagai bagian dari Badan Litbang Pertanian sangat concern pada pembangunan pertanian perkotaan. Sebagai salah satu usaha menuju itu, BPTP Jakarta telah mencoba dan menghasilkan teknologi aquaponik berskala yang kecil dan cocok untuk skala rumah tangga, sehingga masyarakat perkotaan bisa berbudidaya tanaman sayuran di pekarangan sempit sekaligus berbudidaya ikan.
Ketika ditanya oleh salah satu audience tentang ikan apa saja yang bisa dipelihara melalui teknologi vertiminaponik, Dr Yudi Sastro mengatakan bahwa ikannya bisa semua ikan tawar bisa dibudidayakan, terutama yang tidak membutuhkan kesediaan oksigen dalam air yang tinggi seperti lele, bawal, patin, nila dan lain sebagainya. dan semua ikan tawar bisa bisa dibudidayakan.
Menjawab pertanyaan lain mengenai kapasitas teknologi, beliau menjelaskan bahwa didalam bentuk yang portable ini, sayuran dan ikan yang dihasilkan cukup banyak. Satu tangki air (toren 500 L) dapat diisi ikan nila atau bawal sampai 200 ekor, sedangkan lele sekitar 300 ekor dengan jumlah produksi akhir sekira 17 kg. Di atas tangki dapat disimpan 8 talang air yang ditanami empat jenis sayur yang berbeda. Untuk setiap satu talang (panjang 1 meter) yang ditanamai sayuran sawi dapat menghasilkan 0,6 kg sawi. Begitupun apabila ditanami selada dapat menghasilkan sekira 0,6 kg selada. Sedangkan apabila ditanamai kangkung dan bayam dapat menghasilkan masing-masing seberat 1kg dan 0,8 kg.
"Terus secara nilai ekonomis bagaimana? tanya auidience yang lainnya. Sembari tersenyum peneliti muda BPTP Jakarta itu menjelaskan bahwa ini adalah cara berbudidaya organik yang ramah lingkungan bebas pestisida. Kita tidak perlu memupuk dan mengaplikasikan bahan kimia sehingga kita menghasilkan tanaman yang sehat dan siap dimakan dimana saja. Berapa manfaat untuk lingkungan saja tak terhitung, terus kita semua pasti mtahu bahwa sayuran organik sangat mahal kan. Jadi jelas secara ekonomi sangat menguntungkan asal tidak dipandang dari perspektif yang sempit dan menyamaratakan bahwa haraga kangkung kan hanya sekitar 2000 rupiah saja misalnya, melainkan harus dipandang melalui perspektif yang lebih luas.
Terkait modal pembuatannya? untuk menjawab pertanyaan auidence yang satu ini, beliau menjelaskan bahwa sebenanarnya teknologi ini dapat disesuaikan dengan isi kantong masing-masing. Sebagai contoh, BPTP Jakarta menggunakan toren atau penampung air yang baru yang bermerek terkenal sehingga harganya cukup mahala. Dihitung-hitung untuk membuat vertiminaponik yang ditampilkan di expo dapat mencapai 2 juta sampai 2,5 juta. namun tentu saja itu bisa lebih murah lagi apabila misalnya digunakan drum bekas, talang bekas. selain itu, misalnya, batu zeolit yang digunakan oleh BPTP Jakarta sebagai sistem penyaringan air bisa diganti menjadi batu kerikil saja. itupun tak mengapa dan dapat membuat harga moal pembuatan menjadi jauh lebih murah.
Terakhir, untuk menjawab pertanyaan dari pembawa acara mengenai kenapa teknologi ini layak untuk dikembangkan di perkotaan yang belum disebutkan sebelumnya, pria ganteng beranak tiga itu menjawab bahwa orang perkotaan yang punya waktu sempit. akan sangat terbantu dengan teknologi ini, tinggal nyalakan listriknya tidak perlu memikirkan penyiramannya dan pemupukannya. tinggal tunggu waktu panen saja.

Bercocok Tanam dengan Teknologi Aquaponik


Besarnya dampak perubahan iklim global menyebabkan strategi penyediaan pangan yang bersandar kepada sentra produsen/penghasil pangan mutlak perlu dilakukan perubahan.  Salah satu strategi untuk mendukung perubahan tersebut adalah melalui pemanfaatan pekarangan. Namun demikian, budidaya pertanian di pekarangan khususnya di perkotaan, memiliki karakteristik yang khas. Kekhasan tersebut diantaranya adalah memiliki luasan sempit hingga sangat sempit. Oleh sebab itu, optimasi pemanfaatan pekarangan dalam budidaya tanaman dan sumber bahan pangan di perkotaan sangat perlu dilakukan.
Salah satu strategi optimasi pemanfaatan pekarangan adalah melalui sistem budidaya tanaman yang dipadukan dengan budidaya ikan atau disebut “aquaponik”.  Pada sistem ini, dengan luasan lahan yang sama maka akan dapat dihasilkan dua komoditas sekaligus, yakni sayuran dan ikan. Budidaya sayuran, secara langsung akan didukung oleh sistem di bawahnya (ikan) yang menghasilkan sisa pakan dan kotoran yang mengandung hara konsentrasi tinggi yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman di atasnya.  Sementara itu, media tanaman dan tanaman yang berada di atasnya akan menyaring air dan mempertahankan kualitas air yang berada di bawahnya.  Kondisi tersebut menyebabkan kualitas air kolam akan tetap baik, bebas dari sisa pakan dan kotoran ikan, sehingga akan mendorong pertumbuhan ikan menjadi baik.

Pada dasarnya, aquaponik adalah sistem produksi pangan yang berkelanjutan yang menggabungkan budidaya tradisional (membesarkan hewan air seperti lobster, ikan, atau udang dalam bak atau kolam) dengan hidroponik (budidaya tanaman dalam air) di dalam lingkungan simbiosis. Dalam budidaya hewan air, limbah menumpuk di dalam air, sehingga bersifat toksik bagi ikan.  Limbah kaya hara tersebut selanjutnya disirkulasi menuju subsistem hidroponik yang ditanami berbagai jenis tanaman. Setelah itu, air menjadi bersih dan kaya oksigen dan diresirkulasi kembali ke dalam kolam.

Aquaponik terdiri dari dua bagian utama, yakni bagian akuatik (air) untuk pemeliharaan hewan air dan bagian hidroponik untuk menumbuhkan tanaman. Sistem akuatik menghasilkan sisa pakan dan feses yang terakumulasi di dalam air dan bersifat toksis terhadap hewan air, namun kaya nutrien yang dapat menjadi sumber hara bagi tanaman dalam sistem hidroponik di atasnya.

Meskipun terdiri atas dua bagian, sistem aquaponik terdiri atas beberapa komponen atau sub sistem yang bertanggung jawab atas penghilangan limbah padat, penyuplai basa untuk menetralkan kemasaman, atau pengatur kandungan oksigen air. Komponen tersebut antara lain, (1) tangki pemeliharaan ikan atau kolam, (2) unit penangkap dan pemisahan limbah padat (sisa pakan dan feses), (3) bio filter, tempat di mana bakteri nitrifikasi dapat tumbuh dan mengkonversi amonia menjadi nitrat, yang dapat digunakan oleh tanaman, (4) subsistem hidroponik, yakni bagian dari sistem di mana tanaman tumbuh dengan menyerap kelebihan hara dari air, (5) Sump: titik terendah dalam sistem di mana air mengalir ke dan dari yang dipompa kembali ke tangki pemeliharaan. Unit untuk menghilangkan padatan, biofiltrasi, dan/atau subsistem hidroponik dapat digabungkan menjadi satu unit atau subsistem,  yang mencegah air mengalir langsung dari bagian budidaya ikan (kolam) ke sub sistem hidroponik. Unit biofilter ini sangat vital peranannya karena terkait dengan proses nitrifikasi.

Nitrifikasi atau perubahan amonia menjadi nitrat dalam suasana aerobik, merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam sistem aquaponik.  Hal tersebut disebabkan karena proses nitrifikasi dapat mengurangi toksisitas air dan memungkinkan senyawa nitrat yang dihasilkan menjadi sumber nutrisi tanaman. Amonia terus dilepaskan ke dalam air melalui kotoran dan insang ikan sebagai produk dari metabolisme.  Ammonia bersifat beracun bagi ikan (0,5-1 ppm) sehingga harus disaring keluar dari sistem pemeliharaan ikan. Meskipun tanaman dapat menyerap amonia, namun Nitrat lebih mudah untuk diserap dan digunakan tanaman, sehingga efisien dalam mengurangi toksisitas air untuk ikan. Amonia dapat diubah menjadi senyawa nitrogen lain melalui populasi sehat Nitrosomonas: bakteri yang mengubah amonia menjadi nitrit, dan Nitrobacter: bakteri yang mengubah nitrit menjadi nitrat. Dalam sistem aquaponik, akar tanaman menjadi tempat hidup dan berkembangnya bakteri-bakteri tersebut. Setelah sistem stabil, kadar amonia dalam air berkisar  0,25-2,0 ppm, nitrit berkisar tingkat 0,25-1 ppm, dan nitrat berkisar 2-150 ppm.

Dengan kata lain, tanaman yang tumbuh dalam subsistem hidroponik, dengan akar terendam dalam air kaya nutrisi yang berasal dari limbah kolam, akan membantu untuk menyaring amonia yang merupakan racun bagi hewan air, atau metabolitnya.  Setelah melewati subsistem hidroponik, air menjadi bersih dan kaya oksigen, dan dapat kembali ke dalam sistem air.
Sayuran daun hijau yang paling baik tumbuh dalam subsistem hidroponik adalah petsai, selada, kemangi, tomat, okra, melon dan paprika. Selain itu, spesies lain antara lain buncis, kacang polong, kol, selada air, talas, lobak, stroberi, melon, bawang, lobak, lobak, ubi jalar dan rempah-rempah juga dapat menjadi pilihan tanaman yang bisa ditanam secara aquaponik. Sedangkan jenis ikan air tawar yang paling umum digunakan dalam sistem aquaponik dan paling popular untuk aquaponik skala rumah tangga maupun komersial adalah nila, lele, patin, dan belut.

Jadi jelaslah, teknologi aquaponik layak untuk dikembangkan di lahan pekarangan terutama di perkotaan yang memiliki lahan pekarangan sempit hingga sangat sempit. Teknologi aquaponik ini dapat menjadi langkah awal yang logis menuju kamandirian pangan keluarga dan bahkan bangsa Indonesia.

Rabu, 10 Februari 2016

Budidaya Tanaman Buah Naga Dalam Pot

Buah naga yang populer di Indonesia antara lain buah naga kulit merah dengan daging buah berwarna putih (Hylocereus Undatus), buah naga kulit merah dengan daging buah berwarna merah keunguan (Hylocereus polyrhizus), buah naga super merah (Hylocereus costariensis), dan buah naga kuning (Hylocereus megalanthus). Buah naga kulit merah dengan daging buah berwarna putih memiliki ukuran yang paling besar, sekitar 400-700 gram per buah. Sementara itu, buah naga kuning memiliki ukuran yang paling kecil daripada yang lain, sekitar 80-100 gram perbuah, namun rasa buahnya yang paling manis dari buah naga yang lainnya.


Berikut beberapa cara yang dilakukan untuk dapat merangsang pembungaan buah naga.
  • Pemupukan
    Berikan pupuk berupa pupuk majemuk yang mengandung unsur P dan K tinggi, seperti NPK 15:15:15 dengan dosis 50 gram per pot. Bisa juga diberi campuran pupuk tunggal berupa ZA, SP-18, dan KCI. Dosis setiap pupuk tunggal yang diberikan adalah 50 gram per pot. Tambahkan juga pupuk kandang guna meningkatkan kadar bahan organik pada media tanam, diikut dengan penyiraman pada pagi atau sore hari. Selang 2-4 minggu setelah pemupukan lewat akar, berikan pemupukan daun. Saat tanaman mulai mengeluarkan bunga, lakukan segera pemupukan. Aplikasi pupuk dapat berupa pupuk TSP dan KCI atau pupuk NPK 15:15:15. Larutkan dahulu pupuk dengan konsentrasi 2 gram per liter air agar lebih cepat diserap tanaman. Selanjutnya, larutan pupuk disemprotkan  pada tanaman setiap minggu selama delapan minggu.
  • Pemangkasan
    Pemangkasan bertujuan untuk membentuk cabang baru yang produktif. Sebaiknya, pemangkasan dilakukan sejak tanaman sudah berumur 2-3 bulan. Untuk pertumbuhan yang optimal, sebaiknya tinggi tanaman tidak lebih dari 140-170 cm dan jumlah cabang produktif yang dipeliharanya hanya 3-4 cabang dan cabang lain sebaiknya dipangkas.
    Berikut tahapan pemangkasan.
    1. Tempatkan tiang dari besi atau bambu yang cukup kuat di tengah-tengah pot.
    2. Ikatkan batang utama pada tiang tersebut. 
    3. Saat cabang-cabang mulai tumbuh, atur arahnya supaya menjuntai ke bawah. 
    4. Pangkas cabang pilihan agar tingginya mencapai 40-60 cm dari media tanam. Hasilnya, akan muncul cabang baru yang diikuti dengan munculnya bakal bunga. 
    5. Pada cabang produktif yang tidak tumbuh, lakukan pemangkasan pucuk sepanjang 5-10 cm.
  •  ZPT
    Berikan ZPT pada tabulampot buah naga untuk meningkatkan ketahanan bunga dan mencegah terjadinya kerontokan. ZPT yang diberikan adalah GA3 dengan dosis 50-70 ppm/tanaman. Dengan cara menyemprotkannya di atas permukaan daun setiap minggu hingga tampak pentil buah.
  • Penjarangan
    Penjarangan dilakukan ketika bunga mulai muncul. Untuk mengoptimalkan perkembangan pada buah, setiap cabang sisakan saja dua bunga yang berjarak 30 cm satu sama lain. Umumnya, bunga dengan kelopak berwarna hijau yang dipelihara.
  • Repotting
    Rajin mengganti media tanam pot dapat memacu pembungaan tabulampot buah naga. Tambahkan pupuk kandang beserta media baru yang lebih subur untuk menjaga kesuburan dan kesehatan tanaman, sehingga tabulampot buah naga dapat berbuah dengan cepat dan optimal.
  • Agar buah menjadi manis
    Semprotkan larutan monokaliumfosfat dan multimikro untuk meningkatkan kemanisan pada buah naga. Dosis masing-masing larutan adalah 2 gram/liter air dan 1 cc/liter air. Lakukan penyemprotan saat pagi atau sore hari saat matahari tidak terlalu terik agar tanaman tidak layu.

Sumber : http://budidayasda.blogspot.co.id/2014/03/budidaya-tanaman-buah-naga-dalam-pot.html

Penyebab Utama Tabulampot Tidak Berbuah

Memelihara tabulampot memang tidak semudah yang dibayangkan. Dengan wadah yang terbatas, tabulampot justru perlu mendapatkan perhatian khusus agar dapat tumbuh secara optimal dan menghasilkan buah. Pengetahuan bagaimana cara untuk membuahkan tabulampot dengan cepat dan tepat tentu menjadi kunci utama.Umumnya, proses pembuahan pada tabulampot tentu menjadi hal yang ditunggu-tunggu sang pemilik. Namun, kondisinya akan berbeda jika tabulampot yang ditanam hanya berupa tanaman tegak yang tidak kunjung berbuah. Tabulampot yang sukar berbuah kadang kala disebabkan oleh pemilik yang kurang teliti dan kurang paham tentang teknik pemeliharaan yang benar. Di lapangan, ada banyak penyebab tanaman tabulampot sukar berbuah. Mulai dari bibit yang bermutu rendah, kurangnya unsur hara bagi tanaman, hingga tanaman yang sakit.



Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan tabulampot sukar berbuah.

  1. Bibit berasal dari biji
    Tambulapot yang berasal dari bibit hasil perkembanganbiakan generatif atau biji memang membutuhkan waktu yang lama untuk berbuah. Lain halnya dengan bibit yang berasal dari perkembangbiakan vegetatif, seperti, stek, cangkok, sambung, dan okulasi. Tanaman yang berasal dari bibit vegetatif relatif lebih cepat menghasilkan buah.
  2. Faktor genetik dan umur tanaman
    Untuk dapat menghasilkan buah, setiap tanaman memiliki waktu yang berbeda-beda. Dipengaruhi oleh genetik pada tanaman tersebut. Berdasarkan kemampuannya menghasilkan buah, tabulampot yang berasal dari bibit vegetatif dapat dikelompokkan menjadi tabulampot yang mudah, sedang, dan sukar berbuah.Varietas yang berbeda pada jenis tanaman yang sama memiliki kemampuan berbeda, beberapa dari varietas unggul yang baru dilepas umumnya dapat berbuah dengan mudah dan cepat.
  3. Media tanam yang salah
    Media tanam berfungsi untuk menunjang pertumbuhan akar dan menyediakan unsur hara. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dibutuhkan media tanam yang tepat. Media dengan kondisi yang tidak terlalu baik dapat diatasi dengan penambahan bahan organik karena mengandung unsur hara yang tinggi juga sebagai bahan stimulan bagi organisme tanah yang menguntungkan.
  4. Kurangnya asupan hara
    Hara merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Jika tanaman kurang asupan hara maka sudah dipastikan pertumbuhan tanaman tersebut terhambat.
  5. Aplikasi pemupukan yang salah
    Aplikasi pemupukan yang keliru dapat menghambat munculnya bunga. Bahkan, tanaman yang mulai mengeluarkan bakal bunga, serentak menjadi mogok dan mandul akibat aplikasi pemupukan yang salah.
  6. Pengairan yang kurang tepat
    Kebutuhan air perlu diperhatikan terutama pada fase kritis, yaitu saat vegetatif tanaman, pembungaan, dan pembuahan. Pemberian air kepada tanaman harus dilakukan secara tepat waktu dan teratur.
  7. Lingkungan tumbuh yang tidak sesuai
    Beberapa lingkungan yang mempengaruhi tabulmapot, antara lain, ketinggian tempat, suhu lingkungan, cahaya matahari, curah hujan, dan kelembaban.