Selasa, 09 Februari 2016

Panduan Praktis Cara Menanam Tanaman Hidroponik Bagi Pemula

Hidroponik adalah sebutan untuk teknik menanam tanpa tanah. Media tanam (tempat tumbuhnya tanaman) bisa berupa arang sekam (sekam bakar), sabut kelapa, rockwool, pasir, dan bahan lainnya selain tanah. Apapun media tanamnya, semua model hidroponik membutuhkan cairan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan makanan dan air bagi tanaman.

pak2

Mencoba model paling sederhana
Ada beragam teknik bertanam hidroponik. Beberapa di antaranya membutuhkan biaya yang lumayan besar, karena perlu membeli berbagai perlengkapan pendukung yang kompleks. Bagi para pemula hal itu biasanya akan memberatkan, dan justru membuatnya urung untuk memulai. Oleh karena itu, di dalam panduan ringkas ini saya hanya akan membahas tentang hidroponik paling sederhana, menggunakan alat dan bahan yang juga sederhana. Insya Allah lebih ramah lingkungan karena sebagian besarnya menggunakan peralatan hasil reuse dari barang bekas.

HIDROPONIK SISTEM WICK (SUMBU)
Teknik hidroponik sistem wick merupakan cara yang paling sederhana di antara banyak teknik lainnya. Bahan baku mudah didapat dan mudah juga cara perawatannya. Berikut ini hal-hal yang perlu dilakukan:

Melarutkan nutrisi
Untuk menunjang pertumbuhan tanaman dalam sistem hidroponik, maka dibutuhkan cairan nutrisi. Saat ini cairan nutrisi yang lebih dikenal dan lebih mudah diperoleh masih berasal dari campuran bahan-bahan kimia sintetis. Masih sedikit informasi yang bisa kita peroleh tentang cairan nutrisi organik. Karena itu, untuk sementara akan kita gunakan nutrisi siap pakai saja. Mudah-mudahan kelak ada kabar baik dari para praktisi hidroponik tentang nutrisi organik.

Bentuk Nutrisi Di Pasaran
1. Berupa butiran “garam-garaman”
Biasanya, nutrisi jenis ini lebih murah harganya, tapi kita perlu melarutkan terlebih dulu bahan bakunya sehingga menjadi cairan pekatan. Harga nutrisi berkisar antara Rp. 19.000 – Rp. 20.000. Bisa diperoleh di toko pertanian online.
2. Berupa cairan siap pakai
Nutrisi siap pakai sebenarnya hampir sama dengan nutrisi garam-garaman. Bedanya, kita tidak perlu lagi melarutkannya menjadi cairan dan harganya sedikit lebih mahal. Dari survey yang saya lakukan, harga nutrisi sekitar Rp. 29.000 dan mungkin ada juga yang lebih mahal, tergantung merek.

Melarutkan Nutrisi Garam-garaman
Jika nutrisi yang akan kita gunakan adalah jenis garam-garaman, inilah cara melarutkannya:
1. Siapkan 2 botol plastik bekas ukuran 600 ml, beri label A dan B untuk membedakannya.
2. Siapkan corong dan pengaduk
3. Siapkan Air 1 liter.
4. Siapkan wadah plastik/baskom kecil yang bisa memuat air 1 liter
5. Buka kemasan nutrisi. Perhatikan di dalamnya terdiri atas 2 bungkus. Bungkus pertama bertuliskan A dan bungkus kedua bertuliskan B
6. Tahap pelarutan nutrisi:
a. Keluarkan garam-garaman nutrisi dari bungkus bertuliskan A, lalu masukkan ke dalam baskom semuanya (termasuk isi kemasan yang berwarna hijau).
b. Tuangkan air 500 ml ke dalam baskom lalu kucek dengan pengaduk sampai larut.
c. Setelah garam-garaman larut sempurna, tuangkan ke dalam botol plastik berlabel A menggunakan corong, lalu tutup.
d. Lakukan cara yang sama untuk melarutkan nutrisi dalam kemasan berlabel B. Jangan lupa cuci terlebih dahulu baskom yang sebelumnya digunakan untuk melarutkan nutrisi berlabel A.
e. Nutrisi di dalam kedua botol ini adalah biang. Dalam tahap berikutnya, ketika akan digunakan, biang nutrisi perlu dicampur air lagi dengan perbandingan 5 ml : 1 liter air biasa.

Menyiapkan wadah dan media tanam
Alat & bahan yang diperlukan:
1. Botol bekas air mineral ukuran 600 ml atau 1500 ml
2. Arang sekam/pasir
3. Kain flanel (gunting seukuran kurang lebih: lebar = 2 cm dan panjang= 15 cm)
4. Gunting

Cara membuatnya:
1. Potong/gunting botol air mineral menjadi 2 bagian sama besar.
2. Buka tutup botol lalu lubangi menggunakan gunting.
3. Masukkan satu helai kain flanel ke dalam tutup botol, sehingga salah satu ujungnya menjulur.
4. Pasang kembali tutup botol.
5. Masukkan arang sekam ke dalam potongan botol yang bertutup.
6. Letakkan wadah yang sudah berisi arang sekam tersebut di atas potongan botol lainnya sehingga posisinya bertumpuk.
7. Potongan botol bagian bawah nantinya akan diisi cairan nutrisi.

Menyemai dan Menanam
Alat dan perlengkapan yang dibutuhkan:
1. Pot/wadah yang sudah berlubang di bagian bawahnya
2. Media semai.
Pilihan 1: campuran tanah + arang sekam + pupuk kandang halus
Pilihan 2: rockwool
3. Benih sayuran, misalnya: bayam, pakchoy, sawi, kangkung, dll
4. Sprayer untuk membasahi media tanam

Cara menyemai dengan media tanam Pilihan 1:
1. Masukkan media tanam ke dalam pot
2. Siram media tanam dengan bantuan sprayer sampai benar-benar basah.
3. Taburkan benih di atas media tanam lalu taburi permukaannya dengan sedikit media tanam kering supaya benih tertimbun.
4. Semprot permukaan pot supaya benih juga tersirami.
5. Tutup wadah semai dengan plastik hitam selama 2 – 3 hari, tapi diusahakan tetap disiram 1x per hari.
6. Setelah benih tumbuh, plastik penutup bisa dibuka dan letakkan wadah semai di tempat yang terkena cahaya matahari, minimal 4 jam sehari.
7. Setelah berdaun 4 helai, bibit tanaman siap dipindahkan ke wadah tanam hidroponik.

Memindahkan Tanaman
Persiapan
1. Siapkan wadah tanam yang sudah diisi sekam.
2. Larutkan biang nutrisi dengan perbandingan 5ml : 1 ltr air biasa.
3. Tuangkan cairan nutrisi ke dalam potongan botol bagian bawah sehingga memenuhi ½ bagiannya.

Menanam
1. Gali bibit dari wadah semai dengan menggunakan stik es krim atau sendok kecil. Gali agak dalam supaya akar tanaman terambil semuanya.
2. Buat lubang di permukaan sekam, dalam wadah tanam.
3. Masukkan bibit yang sudah digali ke dalam lubang tersebut, lalu timbun lagi sehingga tertutup kembali.
4. Letakkan wadah tanam di atas potongan botol yang sudah diberi cairan nutrisi.
5. Siram dengan sedikit nutrisi di atasnya agar tanaman mendapatkan air sebelum akarnya mengisap cairan nutrisi melalui sumbu.
6. Demikian untuk bibit-bibit selanjutnya lakukan proses yang sama.
7. Letakkan wadah-wadah tanam dalam sebuah kotak atau keranjang persegi yang agak besar agar lebih kokoh berdiri.
8. Simpan kotak berisi wadah-wadah tanaman itu di tempat yang terkena cahaya matahari, namun ternaungi, agar tanaman tidak terkena hujan.

Perawatan
1. Periksa cairan nutrisi setiap 3 hari sekali. Jika ternyata cairan mulai berkurang, itu berarti akar tanaman menyerap dengan baik. Ketika cairan tinggal sedikit, maka buatlah larutan baru dari biang nutrisi, untuk kemudian dituangkan ke dalam botol-botol yang sudah terlihat kosong tersebut.
2. Kadang-kadang tanaman hidroponik juga disambangi ulat, jika diletakkan di luar ruangan. Karena itu, buanglah segera ulat-ulat tersebut secara manual supaya tidak menghabiskan tanaman lainnya.
3. Perbandingan biang nutrisi dengan air bisa ditambah jika tanaman sudah berusia 2 – 3 minggu sejak ditanam di wadah tanam. Contoh perbandingan: 7 – 10 ml biang nutrisi : 1 liter air.
4. Tanaman bisa dipanen sekitar 4-6 minggu sejak ditanam di wadah tanam.
Demikian panduan sederhana ini saya haturkan. Semoga bermanfaat.

Sumber : http://tamanlestari.com/hidroponik-murah-ramah-lingkungan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar